022001000690560
a.n RISWANDI





Saya mulai mengenal sosok Chia pada tahun 2016. Saat itu, kami sama-sama diterima di Teknik Geodesi UGM. Sebagai mahasiswa baru, saya memang diharuskan untuk sering berinteraksi dengan teman seangkatan, tidak terkecuali dengan Chia yang sesama perantau di Jogja. Dari situ, kami mulai menjadi teman makan, jalan-jalan, maupun teman untuk menertawakan laporan praktikum yang kelewat banyak itu. Sungguh tak pernah selintas pun bayangan bahwa Chia akan menjadi pacar saya. Namun seiring berjalannya waktu, pepatah witing tresno jalaran soko kulino itu benar-benar menunjukkan bukti yang nyata. Semakin hari, saya semakin jatuh hati pada perempuan asal Bengkulu ini.
Saya tidak ingat betul kapan tepatnya saya menyatakan perasaan. Bahkan saya yakin Chia pun demikian. Yang saya ingat, saya mengantarnya pulang ke kos di kawasan Jetis Pasiraman, lalu dengan modal nekat saya bilang suka. Jawaban verbal memang tidak pernah keluar dari mulutnya, tapi setelah itu ajakan nonton ke bioskop dan pulang makan penyetan sambil prengas-prenges tidak pernah ditolaknya. Dari situ saya yakin, kami resmi berpacaran.
Pasang surut hubungan tentu ada, dan kadang membuat kita bimbang. Menurut keyakinan saya hidup itu tujuannya mencari kebahagiaan, dan bahagia salah satunya akan datang saat kita dapat menyingkirkan kebimbangan. Akhir tahun lalu, setelah kurang lebih satu windu menjalin hubungan, saya resmi melamar Chia. Tidak dengan janji-janji muluk, melainkan dengan kesediaan untuk tumbuh bersama, menua bersama, dan tetap saling menggenggam meski dunia kadang terasa berat. Jika tidak ada aral melintang, pada 4 April 2026 nanti kami akan menikah.
Now, here we are, writing the next chapter of our love story. And we can’t wait to celebrate it with you.